alhijaz indowisata

Rangkaian Ibadah Umroh

Aktivitas dan Aturan dalam Rangkaian Ibadah Umroh

Ibadah umroh termasuk ibadah sunnah. Walaupun hukumnya sunnah, ibadah yang satu ini termasuk salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi mereka yang mampu. Syarat mampu ini sangatlah penting karena ibadah umroh merupakan rangkaian aktivitas yang memerlukan pengetahuan, energi, ketahanan fisik dan mental, serta biaya yang cukup besar. Jika seseorang memiliki fisik dan mental yang baik, serta memiliki uang yang cukup untuk keperluan umroh, maka wajib baginya berumroh.

Secara umum, syarat yang harus dimiliki seseorang untuk bisa berumroh adalah:

  1. Beragama Islam
  2. Telah mencapai akil baligh
  3. Memiliki akal sehat sehingga bisa membedakan yang benar dan salah
  4. Tidak berstatus sebagai budak (merdeka)
  5. Mampu secara fisik untuk melaksanakan rangkaian aktivitas umroh
  6. Mampu secara finansial untuk membayar keperluan selama umroh
    Aktivitas Umroh
Rangkaian ibadah umroh sangatlah beragam. Perjalanan ibadah ini biasanya dikemas dalam paket yang berbeda. Setiap paket menawarkan fasilitas dan kegiatan beragam. Semakin lengkap dan banyak aktivitasnya, harga paketnya semakin mahal.

Meski paketnya beragam, rukun umroh yang wajib dilaksanakan sangatlah sederhana. Rukun umroh terdiri dari 5 (lima) tahap aktivitas, yaitu:

  • Niat ihrom
    Ibadah umroh diawali dengan berniat. Mengucapkan niat umroh dilakukan di tempat tertentu seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tempat berniat disebut sebagai miqot. Ada 5 (lima) miqot yang dibagi berdasarkan tempat atau arah datangnya jamaah.

    1. Bagi penduduk Madinah atau jamaah yang datang melalui Madinah, miqotnya adalah Bir Ali.
    2. Bagi penduduk Syam, Mesir, Magribi, atau jamaah yang datang melalui kota-kota tersebut maka miqotnya adalah Al Juhafah.
    3. Bagi penduduk Najed atau jamaah yang datang melalui Najed maka miqotnya adalah Qornul Manazil.
    4. Bagi penduduk Yaman atau jamaah yang datang melalui Yaman maka miqotnya adalah Yalamlam.
    5. Bagi penduduk Irak atau jamaah yang datang melalui Irak maka miqotnya adalah Dzat Iqin.

    Niat ihrom dilakukan bersama-sama dalam rombongan dengan bimbingan mutawif dan dalam keadaan sudah mengenakan pakaian ihrom.

  • Thowaf umroh
    Tiba di Mekah langsung menuju Kabah dan melakukan thowaf umroh, sholat sunnah, dan berdoa.
  • Sa’i
    Sa’i yaitu berjalan atau berlari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwa dan sebaliknya, sebanyak 7 (tujuh) balikan.
  • Tahallul
    Tahallul yaitu memotong rambut sebagai tanda selesainya rangkaian ibadah umroh. Rambut yang dipotong minimal tiga helai bagi wanita, dan cukur pendek atau gundul bagi pria.
  • Tertib
    Tertib artinya telah terlaksananya seluruh rukun umroh sesuai urutan dan aturan.

Peraturan dalam Umroh

Selama masa umroh, jamaah harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan demi tercapainya umroh yang sah dan afdol. Beberapa peraturan yang harus ditaati adalah larangan-larangan yang berlaku selama waktu ihrom. Larangan tersebut antara lain adalah:

  1. Tidak memotong atau mencukur rambut, termasuk kumis, jenggot, rambut ketiak, dan rambut kemaluan
  2. Tidak memotong kuku
  3. Tidak memakai parfum atau wewangian lainnya
  4. Tidak berdandan
  5. Tidak bertengkar dan menjaga lisan agar tidak mengatakan kata-kata kotor dan kasar
  6. Tidak menikah ataupun menikahkan
  7. Tidak bercumbu atau bermesraan
  8. Tidak berburu atau membunuh binatang, kecuali binatang yang dianggap membahayakan keselamatan jamaah
  9. Tidak mencabut atau memotong tanaman
  10. Bagi jamaah pria: tidak memakai tutup kepala (sorban, peci, atau topi), pakaian yang ada jahitannya, sandal atau alas kaki yang menutup mata kaki.
  11. Bagi jamaah wanita: tidak memakai penutup wajah (cadar), tidak memakai sarung tangan

Demikian informasi mengenai rangkaian ibadah umroh. Semoga bermanfaat.


Top
error: Content is protected !!
Paket Umroh 2016 Umroh Januari 2017 Umroh Februari 2017 Umroh Maret 2017 Umroh April 2017